Labbaikallahumma Labbaik...
Labbaika laa syariika laka labbaik...
Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk... la syariika laka...
Pertama kali masuk ke dalam ka'bah, kita akan mencium semerbak wangi minyak kesturi/misik.
Lantai tengah ka'bah berupa batu pualam putih. Lantai pinggir berupa batu pualam merah. Antara lantai tengah dan lantai pinggir dibatasi oleh batu pualam hitam.
Juga ada salah satu lantai pualam yang berwarna gelap, sebagai simbol tempat sujud Rasulullah SAW. Pualam berwarna gelap seperti itu juga terdapaat di Multazam, tempat Rasulullah menempelkan perut dan pipi kanannya ke dinding.
Ada tiga tiang kayu penyangga atap. Tingginya kurang lebih 9 meter. Tiang ini dihiasi dengan hiasan-hiasan emas dan penuh dengan ukiran indah.
Ada sejumlah lentera peninggalan Dinasti Utsmani yang terbuat dari tembaga, perak dan kaca yang dihias dengan ayat-ayat Al Qur'an.
Ada sebuah tangga menuju atap ka'bah yang terbuat dari alumunium dan kristal.
Ada beberapa batu pualam sisa perluasan ka'bah dari masa kemasa.
Ada beberapa batu pualam sisa perluasan ka'bah dari masa kemasa.
Dan satu hal yang perlu kita ketahui. Warna ka'bah sesungguhnya bukanlah hitam seperti yang kita sering lihat di TV, gambar atau foto. Yang berwarna hitam itu adalah kiswah, kain hitam pelapis ka'bah. Sedangkan warna ka'bah sendiri adalah merak kecoklatan seperti warna batu bata.